Bilingual # 1
Judul: Love You Mom, Love You Dad
Penulis: Erna M. S.
Ilustrator: Malia Hartati
Penerbit: Pencil Books, Jakarta
Filed under: Produk Baru, Produk Pencil Books | Tinggalkan sebuah Komentar »
Filed under: Produk Pencil Books | Tinggalkan sebuah Komentar »
Filed under: Produk Pencil Books | Tinggalkan sebuah Komentar »

Buku ini adalah serial dari Bermain dengan Angka Seri 1. Untuk materi, ditampilkan lebih sulit dibandingkan seri pertama. Semoga anak Anda menikmati kegiatan bermain sambil belajar ini.
Filed under: Produk Pencil Books | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pertemuan para pakar yang diselenggarakan oleh Unesco tahun 1979 merumuskan konsep pendidikan media sebagai mencakup “segala cara mengkaji, mempelajari dan mengajarkan pada semua tingkat (dasar, menengah, tinggi, dewasa dan pendidikan seumur hidup) dan dalam semua konteks, sejarah, kreativitas, penggunaan dan evaluasi media sebagai suatu keterampilan teknis dan praktis sekaligus sebagai lahan yang ditempati oleh media dalam masyarakat, dampak sosialnya, implikasi komunikasi bermedia, partisipasi, modifikasi modus dari persepsi yang dihasilkannya, peran karya kreatif dan akses ke media”.
Rumusan itu lantas diperjelas pada sidang umum Unesco ke-25, November 1989, bahwa ”pengembangan pendidikan media yang kritis dengan menekankan pengembangan kesadaran kritis, kemampuan untuk bereaksi terhadap segala informasi yang diterima dan pendidikan bagi para pengguna media untuk mempertahankan hak-hak mereka, membentuk pendidikan media”. (Zulkarimein dalam http://www.suarapembaruan.com)
Filed under: Kumpulan teori dan konsep | 1 Komentar »

Untuk merangsang kreativitas si kecil, Pencil Books menghadirkan Seri Mewarnai Buku Ceritaku. Buku pertama untuk seri ini berjudul Menyayangi Makhluk Allah. Dalam buku mewarnai ini, terdapat pula cerita menarik dan penuh hikmah untuk anak Anda. Jadi Anda juga bisa ikut berinteraksi bersama mereka ketika mewarnai buku itu. Coba saja minta si kecil Anda untuk menunjukkan hasil pewarnaan sekaligus menceritakannya. Akan menjadi interaksi yang menyenangkan untuk keluarga.
Filed under: Produk Pencil Books | 1 Komentar »
Dalam melakukan kegiatan membaca, kita perlu mengetahui berbagai teknik membaca agar dapat membaca secara efisien. Efisiensi membaca akan lebih baik, jika informasi yang dibutuhkan sudah dapat ditentukan lebih dahulu.
Ada beberapa teknik membaca untuk dapat menemukan informasi fokus dengan efisien, di antaranya: (Tampubolon dalam Farida Rahim, 2005)

Untuk kajian kali ini, penulis akan memaparkan dua teknik membaca, yaitu baca-layap (skimming) dan baca-tatap (scanning).
Membaca-layap (skimming) adalah membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu bacaan. (Farida Rahim, 2005). Membaca layap dibutuhkan untuk mengetahui sudut pandang penulis tentang sesuatu, menemukan pola organisasi paragraf, dan menemukan gagasan umum dengan cepat (Mikulecky & Jeffries dalam Farida Rahim, 2005).
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai, dia akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky & Jeffries (dalam Farida Rahim, 2005), membaca memindai penting untuk meningkatkan kemampuan membaca. Teknik membaca ini berguna untuk mencari beberapa informasi secepat mungkin. Biasanya kita membaca kata per kata dari setiap kalimat yang dibacanya. Dengan berlatih teknik membaca memindai, seseorang bisa belajar membaca untuk memahami teks bacaan dengan cara yang lebih cepat. Tapi, membaca dengan cara memindai ini tidak asal digunakan. Jika untuk keperluan untuk membaca buku teks, puisi, surat penting dari ahli hukum, dan sebagainya, perlu lebih detil membacanya. Membaca memindai umumnya digunakan untuk daftar isi buku atau majalah, indeks dalam buku teks, iklan dalam surat kabar, dan kamus.
Filed under: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Membaca | 14 Komentar »
Klein, dkk. (dalam Farida Rahim, 2005: 3) mengemukakan bahwa definisi membaca mencakup: pertama, membaca merupakan suatu proses. Maksudnya adalah informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna. Kedua, membaca adalah strategis. Pembaca yang efektif menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengonstruk makna ketika membaca. Strategi ini bervariasi sesuai dengan jenis teks dan tujuan membaca. Ketiga, membaca merupakan interaktif. Keterlibatan pembaca dengan teks tergantung pada konteks. Orang yang senang membaca suatu teks yang bermanfaat, akan menemui beberapa tujuan yang ingin dicapainya, teks yang dibaca seseorang harus mudah dipahami (readable) sehingga terjadi interaksi antara pembaca dan teks.
Filed under: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Membaca | 6 Komentar »
Persoalan minat baca pada anak adalah masalah yang klasik. Berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat meningkatkan minat baca. Namun pada kenyataannya, minat baca anak Indonesia masih begitu rendah. Berikut ini beberapa artikel dan hasil penelitian yang membahas berbagai masalah terkait dengan fenomena rendahnya minat baca di Indonesia:
Menurut Ita Dwaita Lantari, rendahnya minat baca anak, tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja, melainkan terkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Misalnya, mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Sementara di pelosok desa, anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. Sebab, di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar. (Ita Dwaita Lantari dalam Minat Baca Vs Bahan Bacaan. (http://www.kompas.com)
Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya memaparkan, rendahnya minat baca disebabkan membaca perlu banyak waktu luang. Sementara orang Indonesia waktunya lebih banyak tersita untuk bekerja demi mempertahankan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. Barangkali harga buku juga ikut andil menjadi pemicu rendahnya tingkat membaca. (Nurhidayah dalam Buku Tunjukkan Karakter Bangsa. http://www.suaramerdeka.com)
Erna MS (2007) dalam penelitian kualitatifnya juga memaparkan, rendahnya minat baca di kalangan anak dapat disebabkan oleh kondisi keluarga yang tidak mendukung, terutama dari orang tua anak-anak yang tidak mencontohkan kegemaran membaca kepada anak-anak mereka. Selain itu, kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua mereka terhadap kegiatan anak-anaknya. Hal ini dapat dikaitkan pula dengan konsep pendidikan yang diterapkan dan dipahami orang tua. Sementara terkait dengan fasilitas, minimnya ketersediaan bahan bacaan di rumah juga dapat membuat anak kurang berminat pada kegiatan membaca karena tidak ada atau kurangnya sumber bacaan yang tersedia di rumah. Selain dari sisi keluarga, terdapat juga pengaruh dari lingkungan. Karena pengaruh ajakan yang begitu kuat dari lingkungan (teman), anak lebih memilih bermain dengan teman-temannya dibanding membaca buku. Dan terakhir, ketersediaan waktu yang kurang, membuat anak kurang berminat untuk membaca. Seperti yang dipaparkan pula oleh Primanto (2000), bahwa membaca memerlukan waktu luang. Kondisi sebagian anak yang kegiatan kesehariannya sudah sangat padat, tentu tidak memiliki waktu yang cukup untuk kegiatan membaca. Seperti kondisi beberapa informan anak yang bersekolah dengan sistem full day school, tentu sebagian besar waktu dalam sehari sudah banyak dihabiskan di sekolah. Kesempatan memiliki waktu luang sangat terbatas. Apalagi jika masih ada kegiatan-kegiatan rutin yang mereka jalani setelah pulang sekolah. Kalaupun masih ada sisa waktu, mereka lebih memanfaatkan untuk bersantai dan melepas lelah.
Filed under: Hasil penelitian | Ditandai: Minat Baca | 6 Komentar »
Kegiatan belajar, tidak lepas dari kegiatan membaca. Karenanya, kemampuan untuk dapat membaca sangat penting untuk dikuasai. Apalagi, jika kemampuan membaca yang baik yang telah dimiliki, dapat diterapkan lagi dengan menggemari kegiatan membaca tersebut dan menjadikan sebuah kebiasaan. Farida Rahim (2005: hal. 1) mengungkapkan bahwa proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui membaca. Masyarakat yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa mendatang.
Sementara menurut Alison Garton dan Chris Pratt (1998: 258), membaca adalah kemampuan dasar yang dapat menopang proses belajar di sekolah dan dapat memberikan kesempatan untuk belajar melalui kehidupannya.
Burn, dkk. (dalam Farida Rahim, 2005: hal. 1) mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar. Namun, anak-anak yang tidak memahami pentingnya belajar membaca tidak akan termotivasi untuk belajar. Belajar membaca merupakan usaha yang terus-menerus, dan anak-anak yang melihat tingginya nilai (value) membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan dari kegiatan membaca.
Menurut Marshall (1982), keuntungan dari membaca buku bagi anak-anak, di antaranya: pertama, dapat mengembangkan proses pemikiran, imajinasi, kecerdasan, perbendaharaan kata, bahasa, stimulus sosial dan emosional, pengetahuan, persepsi mental dan visual. Kedua, melalui buku, anak memiliki akses pada pemikiran masyarakat dan pengalaman, dan melalui keahlian dalam membaca, anak dapat mengambil bagian dari berbagai aspek secara praktik dalam kaitannya dengan masyarakat melek media.
Filed under: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Manfaat Membaca | Tinggalkan sebuah Komentar »